Kamis, 15 November 2018

Tugas Etika Profesi





                                                                     Tugas Mata Kuliah : Etika Profesi


IAII ( Ikatan Ahli Informatika Indonesia) adalah organisasi profesi untuk meningkatkan kemakmuran, martabat, kehormatan dan peran ahli informatika dalam rangka mencapai tujuan negara kesatuan Republik Indonesia pada Pembukaan UUD 1945
IAII memiliki arti lambang yaitu “Beraneka ragam bersatu pada di IAII membangun negeri”
Kode etik profesi ahli informatika, Oktober 2014
Pengantar ada tiga norma umum, yaitu norma sopan – santun, norma hukum, dan norma moral.
1. Norma sopan santun (norma etiket) menyangkut pola perilaku dan tata cara lahiriah manusia untuk pergaulan sehari-hari.
2. Norma hukum adalah norma yang keberlakuannya dituntut secara tegas demi keselamatan dan kesejahteraan manusia.
3. Norma moral menyangkut sikap dan perilaku manusia sebagai manusia; menyangkut baik-buruk, adil tidak tindakan dan perilaku manusia.

Kode etik ahli informatika anggota IAII sebagai berikut:
1. Landasan
2. Perilaku Kebangsaan dan Kewarganegaraan
3. Perilaku umum
4. Perilaku Komitmen pribadi
5. Perilaku Pada Masyarakat
6. Perilaku Pada Pekerjaan
7. Perilaku Pada Sejawat
IAII (Ikatan Ahli Informatika Indonesia) Bergerak dibidang informatika yang berperan dalam meningkatkan kualitas orang, produk dan proses dan IAII perlu bisa menjamin layanan ahli informatika IAII berkualitas sehingga tidak merugikan masyarakat.
IAII memiliki visi dan misi yaitu:
Visi, Misi, dan Tata Nilai
VISI
Menjadi Organisasi Profesi Yang Terpercaya
MISI:
1. Kualitas (Quality).
2. Mensejahterakan (Prosphering).
3. Mengamankan (Securing).
4.Mengembangkan (Developing).
5. Solidaritas (Solidarity)
TATA NILAI:
1. Tanggungjawab (Responsible).
2. Disiplin (Discipline).
3. Kreatif (Creative).
4. Kerja sama (Cooperate).
5. Persamaan (Equality).
6. Kebersamaan.

Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Indonesia (IKABI) merupakan organisasi profesi yang menghimpun para dokter bedah di Indonesia Organisasi ini melaksanakan kegiatan bedah sesuai kebutuhan masyarakat dan pembangaunan di Indonesia bekerjasama dengan profesi dokter spesialis lain dan profesi keahlian lain menyelanggarakan pengabdian kepada masyarakat untuk peningkatan keterpaduan peran dan fungsi bangsa dan negara secara melembaga, ilmiah dan profesioanal.
Arti Logo IKABI melambangkan pisau medis yang tajam
Tujuan:
Untuk menyalurkan keinginan rasa kesatuan para Ahli Bedah di Indonesia ke dalam satu gabungan, agar supaya rasa kesatuan itu dan kehidupan para Ahli Bedah yang cerdas dan penuh daya cipta di lapangan sosial dan di lapangan ilmu pengetahuan, dapat dipupuk sebaik-baiknya sehingga tetap terpelihara dan hidup terus di dalam hati sanubari setiap Ahli Bedah di Indonesia.
Visi:
Menjadikan IKABI menjadi organisasi profesi kedokteran Indonesia yang terdepan & terkemuka baik di tingkat Nasional maupun Internasional tahun 2014.
Misi:
1. Pendidikan Pelatihan & Penelitian
a. Mendukung tercapainya hasil pendidikan pelatihan dan penelitian Dokter Spesialis Bedah Indonesia yang memenuhi standar/kesetaraan Internasional dan dapat bersaing terutama dalam menghadapi pelaksanaan MRA 2015
b. Menghidupkan publikasi ilmiah nasioal maupun internasional
2. Pelayanan & Pengabdian Masyarakat
a. Menjalankan kebajikan-perikemanusiaan dengan pelayanan bedah paripurna demi kesejahteraan para anggota IKABI dan rakyat Indonesia
b. Mempertahankan eksistensi profesi dokter spesialis bedah sesuai dengan orientasi organ berdasarkan kompetensi masing-masing
3. Membangun komunikasi elektif antar anggota IKABI dan kerjasama dengan instansi      terkait (KKI , Kemenkes, PB IDI, dll)
Kode Etik
Seluruh Kode Etik Kedokteran Indonesia mengemukakan betapa luhur pekerjaan profesi
dokter. Meskipun dalam melaksanakan pekerjaan profesi, dokter memperoleh imbalan,
namun hal ini tidak dapat disamakan dengan usaha penjualan jasa lainnya.
Pelaksanaan profesi kedokteran tidak ditujukan untuk memperoleh keuntungan piibadi, tetapi
lebih didasari sikap perikemanusiaan dan mengutamakan kepentingan pasien.

Hal-hal berikut dilarang
a. Menjual contoh obat (tree sample) yang diterima cuma-cuma dan perusahaan farmasi.
b. Menjuruskan pasien untuk membeli obat tertentu karena dokter yang bersangkutan telah
menerima komisi dan perusahaan farmasi tertentu.
c. Mengijinkan penggunaan nama dan profesi sebagai dokter untuk kegiatan pelayanan kedokteran kepada orang yang tidak berhak, misalnya dengan namanya melindungi balai pengobatan yang tidak memenuhi syarat yang ditetapkan oleh Pemerintah.
d. Melakukan tindakan kedokteran yang tidak perlu atau tanpa indikasi yang jelas, karena ingin menarik pembayaran yang lebih banyak.
e. Kunjungan ke rumah pasien atau kunjungan pasien ke kamar praktek hendaklah seperlunya saja supaya jangan menimbulkan kesan seolaholah dimaksudkan untuk memperbanyak imbalan jasa. Hal ini perlu diperhatikan terutama oleh dokter perusahaan yang dibayar menurut banyaknya konsultasi.
f. Melakukan usaha untuk menarik perhatian umum dengan maksud supaya praktek lebih dikenal orang lain dan pendapatannya bertambah. Misalnya mempergunakan iklan atau mengizinkan onang lain mengumumkan namanya dan atau hail pengobatannya dalam surat kabar atau media massa lain.
g. Meminta dahulu sebagian atau seluruh imbalan jasa perawatanpengobatan, misalnya pada waktu akan diadakan pembedahan atau pertolongan obstetri.
h. Meminta tambahan honorarium untuk dokter-dokten ahli bedah/ kebidanan kandungan, setelah diketahui kasus yang sedang ditangani ternyata sulit, dimana pasien yang bersangkutan berada pada situasi yang sulit.
i. Menjual nama dengan memasang papan praktek di suatu tempat padahal dokter yang bersangkutan tidak pernah atau jarang datang ke tempat tersebut, sedangkan yang menjalankan praktek sehani-harinya dokten lain bahkan orang yang tidak mempunyai keahlian yang samadengan dokter yang namanya terbaca pada papan praktek.
j. Mengekploitasi dokter lain, dimana pembagian prosentasi imbalan jasa tidak adil.
k. Merujuk pasien ke tempat sejawat kelompoknya, walaupun di dekat tempatprakteknya ada sejawat lain yang mempunyal keahlian yang diperlukan

Standar Industri
ISO ( International Standard Organitation )
Organisasi Internasional untuk Standardisasi (bahasa Inggris: International Organization for Standardization disingkat ISO atau Iso) adalah badan penetap standarinternasional yang terdiri dari wakil-wakil dari badan standardisasi nasional setiap negara. Pada awalnya, singkatan dari nama lembaga tersebut adalah IOS, bukan ISO. Tetapi sekarang lebih sering memakai singkatan ISO, karena dalam bahasa yunani isos berarti sama (equal). Penggunaan ini dapat dilihat pada kata isometrik atau isonomi. Didirikan pada 23 Februari1947, ISO menetapkan standar-standar industrial dan komersial dunia. ISO, yang merupakan lembaga nirlaba internasional, pada awalnya dibentuk untuk membuat dan memperkenalkan standardisasi internasional untuk apa saja. Standar yang sudah kita kenal antara lain standar jenis film fotografi, ukuran kartu telepon, kartu ATM Bank, ukuran dan ketebalan kertas dan lainnya. Dalam menetapkan suatu standar tersebut mereka mengundang wakil anggotanya dari 130 negara untuk duduk dalam Komite Teknis (TC), Sub Komite (SC) dan Kelompok Kerja (WG).
Meski ISO adalah organisasi non pemerintah, kemampuannya untuk menetapkan standar yang sering menjadi hukum melalui persetujuan atau standar nasional membuatnya lebih berpengaruh daripada kebanyakan organisasi non-pemerintah lainnya, dan dalam prakteknya ISO menjadi konsorsium dengan hubungan yang kuat dengan pihak-pihak pemerintah. Peserta ISO termasuk satu badan standar nasional dari setiap negara dan perusahaan-perusahaan besar. ISO bekerja sama dengan Komisi Elektroteknik Internasional (IEC) yang bertanggung jawab terhadap standardisasi peralatan elektronik.
Penerapan ISO di suatu perusahaan berguna untuk:
1. Meningkatkan citra perusahaan
2. Meningkatkan kinerja lingkungan perusahaan
3. Meningkatkan efisiensi kegiatan
4. Memperbaiki manajemen organisasi dengan menerapkan perencanaan, pelaksanaan, pengukuran dan tindakan perbaikan (plan, do, check, act)
5. Meningkatkan penataan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan dalam hal
pengelolaan lingkungan
6. Mengurangi risiko usaha
7. Meningkatkan daya saing
8. Meningkatkan komunikasi internal dan hubungan baik dengan berbagai pihak yang berkepentingan
9. Mendapat kepercayaan dari konsumen/mitra kerja/pemodal
ISO 9000 adalah kumpulan standar untuk sistem manajemen mutu (SMM). ISO 9000 yang dirumuskan oleh TC 176 ISO, yaitu organisasi internasional di bidang standarisasi.

Source :

www.google.com
http://iaii.or.id
http://direktoriorganisasiprofesi.wordpress.com
http://fajarisman31.blogspot.com



Selasa, 20 Maret 2018

Aspek-aspek Industri dalam ruang lingkup bisnis


Aspek Industri

Setiap perusahaan dipastikan berada dalam satu struktur industri persaingan yang memiliki karakteristik khusus yang berbeda dengan industri lainnya, terkecuali kalau perusahaan tersebut memang melakukan monopoli sehingga hanya ada satu perusahaan dalam satu industri.
Sebagai titik awal setelah penemuan akan ide, maka kita wajib menentukan visi dan misi dari produk atau perusahaan kita ini, karena hal ini yang nantinya membedakan usaha atau produk kita dengan kompetitor terdekat kita.
Penentuan visi dan misi yang jelas dan tepat, akan menentukan posisi kompetisi kita di industri persaingan dan membedakan barang atau jasa yang kita tawarkan dengan pesaing terdekat. Bila didalam barang dan jasa kita terdapat sebuah jiwa visi dan misi kita, maka setiap produk atau jasa kita akan dengan mudah dikenali dan dibeli oleh konsumen.
Penentuan stategi usaha dan bisnis model menjadi penting, karena hal ini akan menentukan semua aspek studi kelayakan usahan selanjutnya, jika salah penentuan maka kita akan tejebak dalam analisa yang keliru juga.

Persaingan Industri

Dalam industry yang sudah kita tentukan kita perlu meneliti bagaimana bentuk kompetensi yang ada diindustri ini, berapa banyak pesaing dan bagaimana cara mereka berkompetisi, apakah sudah terjadi persaingan industry ayng sangat ketat. Dalam siklus industry yang kita ambil dimana letak industrinya msih dalam tahap berkembang atau sudah maju. Apakah akan rugi atau sangat menguntungkan. Dalam analisa ini dilihat dari saat ini dan juda pada data histori atau cerita, apakah trend nya membaik atau malah melemah.
Agar tidak terjebak dalam kompetisi yang ada kita harus menentukan posisi pasar kita dengan perlu mendapatkan keunggulan kompetisi yang bisa dicapai dari segi biaya, segi kualitas produksi maupun dari segi penentuan variable yang diinginkan oleh konsumen melalui inovasi dan kreativitas.
Salah satu contoh kasus dalam persaingan industry adalah bagaimana industry radio kecil berinovasi, 20 tahun yang lalu dikuasai oleh walkman, dan munculnya mp3, kemudain 5 tahun terakhir ipod dengan cepat masuk kepasar dan bisa diterima oleh konsumen dan menjadi salah satu produk yang paling laku didunia. Karena bentuknya yang kecil, kemampuan isi lagunya yang banyak dan kemudahan dalam pemakaian, membuat konsumen membelinya. Apple juga terus menerus berinovasi agar tidak dikejar oleh pesaingnya, mulai dari ipod mini, ipod shuffle, ipod yang dapat menonton video dan terakhir iphone. Yang sekarang sedang bersaing dengan Android Smartphone Samsung.
 
Kekuatan dan Penawaran Pembeli

Setelah mengetahui mengenai struktur persaingan yang ada, maka berikutnya adalah menganalisa bagaimana kekuatan dan penawaran pembeli. Dalam industry pembeli mempunyai kekuatan untuk menentukan pilihan dan industry yang sangat kompetitif dan efisien, dimana kharakteristik produk sangat kecil perbedaannya dan pembeli dapat dengan mudah mengganti supplier dari yang satu ke yang lainnya, maka perusahaan yang baru perlu mempertimbangkan dengan sangat matang.
Sedangkan untuk kekuatan pembeli yang masih lemah, maka secra tidak langsung kekuatan penjual sangat kuat, memungkinkan untuk mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi, sehingga industry ini memungkinkan untuk dimasuki.
Dalam menghindari kekuatan pembeli dalam menekankan harga yang sebenarnya diperlukan kemampuan berinovasi sebuah produk, karena sebuah produk berharga jika nilai uang yang dibayarkan seimbang dengan barang yang bisa dinikmatinya.
Dalam beberapa industry penting pembeli produk adalah pembeli tunggal, seperti prodisen energy listrik, maka pembelinya adlah perusahaan listrik negeri itu sendiri, sehingga harganya telah ditentukan sebelum pembangunan pembangkit listrik dilakukan.

Bentuk Barang Substitusi

    Sesudah persaingan industry dan kekuatan pembeli, selanjutnya barang substitusi yang ada untuk produk yang akan ditawarkan, dan bagaimana strategi kompetisi dari barang substitusi yang ada termasuk bauran pemasarannya. Dan contoh seperti yang dibahas sebelumnya Ipod pada saat awal hanya pemutar lagu, handphone pada awalnya hanyalah hanyalah sebuah alat komunikasi, tetapi handphone sekarang telah menambah fitur pemutar lagu, kemudian ipod juga berubah dengan produk terbarunya yaitu iphone yang bisa berkomunikasi juga memutarkan lagu.
Dari contoh diatas, bisa kita simpulkan bahwa produk yang tadinya tidak bersubstitusi, berkembang menjadi barang substitusi karena perkembangan teknologi. Diakhir tahun 2009, beberapa produsen computer, mengembangkan computer ringan yang disebut netbook, yang berfungsi sebagai jelajah dunia maya bersaing dengan handphone untuk juga menjelajahi dunia maya. Akibatnya produsen handphone nokia akhirnya juga ikut memproduksi netbook ini.
Yang dapat menurunkan tingkatan barang substitusi bisa juga inovasi dalam peluncuran produk, kembali kecontoh ipod, pada beberapa pada saat peluncuran, banyak pesaing lainnya juga meluncurkan barang sejenis ipod dengan desain yang sama, akan tetapi ipod terus berinovasi, kemampuan substitusi dari pesaing juga relative kecil, asalkan memliki keahlian jasa yang spesifik dan pengalaman yang memberikan jasa dan mesti dipelajari dalam hitungan tahun.

Kekuatan Supplier

Dalam industry adakah perusahaan yang sebenarnya telah terjadi integrasi vertical, sehingga perusahaan lain yang masuk sebenatnya sangat tergantung pada supplier yang monopoli atau oligopoly. Terkadang kita melihat perusahaan yang bergerak di industry yang sangat menarik dan menguntungkan untuk dimasuki sebagai usaha baru, dan perusahaan tersebut dapat melakukan karena adanya dukungan supplier yang kuat dibelakangnya dan dimiliki oleh investor yang sama.
Jika hal ini terjadi perusahaan baru wajib untuk mempertimbangkan kembali industry ini, karena sekalipun industrinya sangat menarik, tetapi karena supplier nya terjadi monopoli tekanan harga akan sangat tidak menguntungkan bagi perusahaan baru.

Kemampuan Pesaing Baru untuk Masuk

Selanjutnya perlu dipertimbangkan akan hambatan dalam industry untuk jangka pendek, menengah dan panjang. Jika dalam waktu jangka pendek, industry ini sangat tidak mudah untuk dimasuki, maka kompetisi akan sedikit, sehingga ptofitabilitas akan menguntungkan. Begitu juga untuk jangka menengah hingga panjang, perlu dianalisa.
Sebagai contoh kasus, untuk industry telekomunikasi mobile, pada awal berdirinya, pemerintah hanya membatasi beberapa pemain yang boleh main industry ini, hingga kita mengenal adanya 3 operator utama. Akan tetapi pada akhir-akhir ini, muncullah banyak operator komunikasi baru yang masuk, tidak hanya sama dengan ketiga operator awal, tetapi juga mulai masuk ke dalam frekuensi yang berbeda. Selain itu muncul juga peraturan pemerintah dalam pengaturan maksimal yang boleh diberlakukan kepada konsumen. Sehingga bisa jadi ada beberapa operator baru maupun lama yang akhirnya mengalami kerugian yang sangat signifikan.
Hambatan berkompetisi karena regulasi dan kebutuhan investasi yang sangat besar yang diperlukan untuk menjalankan suatu usaha. Dapat juga disebabkan pengetahuan akan satu inovasi atau bahan pokok yang tidak mudah didapatkan oleh yang lainnya, sehingga terjadi monopoli. Seperti dalam dunia farmasi, penemuan obat tertentu, dapat dilakukan pematenan, sehingga monopoli obat tersebut bisa dilakukan. Visi dan misi perusahaan juga diperlukan untuk memfokuskan rencana sesuai dengan tujuan.

Kesimpulan dan Saran

Sebelum kita memutuskan untuk masuk kedalam industry seperti apa, kita harus menetukan terlebih dahulu mengenai bisnis model atau model usaha yang akan dijalankan. Hal ini termasuk menentukan visi dan misi perusahaan. Dalam industry sebenarnya bisa terdapat banyak pasar yang berbeda, setelah analisa industry, penentuan visi dan misi, maka kita kan tahu produk atau jasa apa yang akan kita tawarkan, dan selanjutnya kita menentukan pasar apa yang akan kita masuki.

Daftar Pustaka

Johan, Suwinto. 2011. Studi Kelayakan pengembangan Bisnis. Yogyakarta. Graha Ilmu.
Sumber : Google , web
                        Thanks

Sabtu, 30 Desember 2017

Riview Jurnal Tentang " Decentralized supply chain network design: monopoly, duopoly and oligopoly competitions under uncertainty"



Penulis:
Seyed Mohammad Seyedhosseini
Department of Industrial Engineering, Iran University of Science and Technology, Narmak, Tehran, Islamic Republic of Iran

Perangkum:
Ahyar Lazva Ramdani
30415381
3ID06
Abstact

Jurnal ini menyajikan masalah desain jaringan supply chain yang kompetitif dimana rantai pasokan terdesentralisasi secara bersamaan memasuki pasar tanpa rantai saingan yang ada, membentuk jaringan mereka dan mengatur harga grosir dan eceran di mode kompetitif Permintaan pelanggan bersifat elastis dan tergantung harga, fungsi utilitas pelanggan didasarkan pada Hoteling model dan rantai menghasilkan produk yang identik atau sangat substitutable. Kami membangun algoritma solusi berdasarkan pemrograman di tingkat dan teori kemungkinan. Dalam model bi-level yang diusulkan, bagian dalam menentukan harga berdasarkan kompetisi intra-rantai tambahan dan stackleberg simultan, dan bagian luar membentuk jaringan dalam koperasi kompetisi Akhirnya, kami menggunakan studi kata-nyata untuk membahas pengaruh dari berbagai struktur pesaing di pasar solusi kesetimbangan.

Pendahuluan

Persaingan dari perusahaan-perusahaan untuk memasok rantai versus rantai pasokan globalisasi adalah fenomena umum, pasar menjadi jenuh, Hambatan memasuki pasar baru, menjadi lebih rendah dan berkembang, untuk mendaftar masuk Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dan negara-negara meratifikasi strategi dan kebijakan investasi asing yang berbeda untuk menarik investor internasional ke pasar perawan mereka dan juga banyak pengusaha mengundang produk baru dan akibatnya pasar baru bermunculan. Dalam keadaan seperti ini, Investor ditemui dengan peluang banyak Pasar mereka bisa masuk pasar dan desain rantai mereka dalam mode kompetitif. Di samping itu,  Merancang supply chain secara terpusat membutuhkan sejumlah besar uang dan mereka mungkin tertarik merancang rantai mereka dengan cara yang terdesentralisasi untuk mengurangi biaya. Jadi mereka dihadapkan dengan pertanyaan seperti berikut ini: bagaimana mereka bisa merancang rantai pasokan mereka di mode terdesentralisasi? Bagaimana mereka bisa mengatur harganya? Bagaimana bisakah mereka mengatur lokasi fasilitas? Apa efeknya? dari pimpinan rantai pada harga dan lokasi keputusan? Apa pengaruh intensitas persaingan dan promosi harga, pangsa pasar dan keuntungan mereka? Itu Tujuan makalah ini adalah untuk menjawab hal tersebut. Menurut Deloitte Consulting (1999), '' tidak lagi akankah perusahaan bersaing dengan perusahaan lain tapi total rantai pasokan akan melawan rantai pasokan lainnya ''.

Supply chain (SC) adalah jaringan pemasok, produsen, gudang dan pengecer yang terorganisir untuk diproduksi dan mendistribusikan barang dagangan dengan jumlah yang tepat, ke lokasi dan pada waktu yang tepat untuk meminimalkan total biaya sambil memenuhi persyaratan tingkat layanan. Perusahaan tradisional bersaing dengan perusahaan Dengan model SC sekarang didasarkan pada Merakit tim pesaing yang bisa naik di atas negosiasi menang / kalah dari hubungan bisnis konvensional dan bekerja sama untuk memberikan produk terbaik dengan harga terbaik. Definisi di atas mengungkapkan bahwa ada perbedaan pemain dalam jaringan dan setiap entitas independen mencoba memaksimalkan fungsi obyektifnya sendiri dalam rantai pasokan Desain jaringan (SCND). Struktur fisik jaringan adalah berbentuk dan memiliki dampak besar pada kinerja SC secara keseluruhan, Simchi-Levi dkk. (2003) menganggap SCND sebagai Langkah utama dan terpenting untuk menurunkan (meningkatkan) seluruh biaya (keuntungan) rantai.


Analisis dan pembahasan

            Makalah ini menjelaskan situasi di mana dua independen investor ingin memasuki pasar awal dan harga-tergantung dengan menciptakan SC dua tingkat di samping itu mungkin terjadi dua atau Empat investor lagi berencana masuk pasar diwaktu yang sama dan menghasilkan baik yang identik atau sangat substitutable produk. Keadaan ini menghasilkan monopoli (dalam kasus dua investor), duopoli (untuk empat berbeda investor) atau kompetisi oligopoli (untuk enam dan lebih investor independen). Karena mereka semua pendatang baru ke pasar awal adalah rasional untuk mempertimbangkan bahwa mereka melakukannya tidak memiliki cukup informasi tentang parameter dan ditemui dengan kurang pengetahuan dan kurang dikenal parameter. Makalah ini dianggap sebagai masalah di perusahaan secara simultan berencana untuk memasuki pasar tanpa rantai saingan yang ada dan harga tergantung pasar dalam modus desentralisasi dan mengatur harga secara bersamaan antara rantai dan stackelberg. Kondisi ini dimodelkan oleh fuzzy multi level mixed integer linear programming kemudian diubah menjadi model tingkat dua terpadu di mana bagian dalam membuat keputusan penetapan harga operasional secara berurutan secara kooperatif.

Link Jurnal : http://journals4free.com/link.jsp?l=26624068