Sabtu, 30 Desember 2017

Riview Jurnal Tentang " Decentralized supply chain network design: monopoly, duopoly and oligopoly competitions under uncertainty"



Penulis:
Seyed Mohammad Seyedhosseini
Department of Industrial Engineering, Iran University of Science and Technology, Narmak, Tehran, Islamic Republic of Iran

Perangkum:
Ahyar Lazva Ramdani
30415381
3ID06
Abstact

Jurnal ini menyajikan masalah desain jaringan supply chain yang kompetitif dimana rantai pasokan terdesentralisasi secara bersamaan memasuki pasar tanpa rantai saingan yang ada, membentuk jaringan mereka dan mengatur harga grosir dan eceran di mode kompetitif Permintaan pelanggan bersifat elastis dan tergantung harga, fungsi utilitas pelanggan didasarkan pada Hoteling model dan rantai menghasilkan produk yang identik atau sangat substitutable. Kami membangun algoritma solusi berdasarkan pemrograman di tingkat dan teori kemungkinan. Dalam model bi-level yang diusulkan, bagian dalam menentukan harga berdasarkan kompetisi intra-rantai tambahan dan stackleberg simultan, dan bagian luar membentuk jaringan dalam koperasi kompetisi Akhirnya, kami menggunakan studi kata-nyata untuk membahas pengaruh dari berbagai struktur pesaing di pasar solusi kesetimbangan.

Pendahuluan

Persaingan dari perusahaan-perusahaan untuk memasok rantai versus rantai pasokan globalisasi adalah fenomena umum, pasar menjadi jenuh, Hambatan memasuki pasar baru, menjadi lebih rendah dan berkembang, untuk mendaftar masuk Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dan negara-negara meratifikasi strategi dan kebijakan investasi asing yang berbeda untuk menarik investor internasional ke pasar perawan mereka dan juga banyak pengusaha mengundang produk baru dan akibatnya pasar baru bermunculan. Dalam keadaan seperti ini, Investor ditemui dengan peluang banyak Pasar mereka bisa masuk pasar dan desain rantai mereka dalam mode kompetitif. Di samping itu,  Merancang supply chain secara terpusat membutuhkan sejumlah besar uang dan mereka mungkin tertarik merancang rantai mereka dengan cara yang terdesentralisasi untuk mengurangi biaya. Jadi mereka dihadapkan dengan pertanyaan seperti berikut ini: bagaimana mereka bisa merancang rantai pasokan mereka di mode terdesentralisasi? Bagaimana mereka bisa mengatur harganya? Bagaimana bisakah mereka mengatur lokasi fasilitas? Apa efeknya? dari pimpinan rantai pada harga dan lokasi keputusan? Apa pengaruh intensitas persaingan dan promosi harga, pangsa pasar dan keuntungan mereka? Itu Tujuan makalah ini adalah untuk menjawab hal tersebut. Menurut Deloitte Consulting (1999), '' tidak lagi akankah perusahaan bersaing dengan perusahaan lain tapi total rantai pasokan akan melawan rantai pasokan lainnya ''.

Supply chain (SC) adalah jaringan pemasok, produsen, gudang dan pengecer yang terorganisir untuk diproduksi dan mendistribusikan barang dagangan dengan jumlah yang tepat, ke lokasi dan pada waktu yang tepat untuk meminimalkan total biaya sambil memenuhi persyaratan tingkat layanan. Perusahaan tradisional bersaing dengan perusahaan Dengan model SC sekarang didasarkan pada Merakit tim pesaing yang bisa naik di atas negosiasi menang / kalah dari hubungan bisnis konvensional dan bekerja sama untuk memberikan produk terbaik dengan harga terbaik. Definisi di atas mengungkapkan bahwa ada perbedaan pemain dalam jaringan dan setiap entitas independen mencoba memaksimalkan fungsi obyektifnya sendiri dalam rantai pasokan Desain jaringan (SCND). Struktur fisik jaringan adalah berbentuk dan memiliki dampak besar pada kinerja SC secara keseluruhan, Simchi-Levi dkk. (2003) menganggap SCND sebagai Langkah utama dan terpenting untuk menurunkan (meningkatkan) seluruh biaya (keuntungan) rantai.


Analisis dan pembahasan

            Makalah ini menjelaskan situasi di mana dua independen investor ingin memasuki pasar awal dan harga-tergantung dengan menciptakan SC dua tingkat di samping itu mungkin terjadi dua atau Empat investor lagi berencana masuk pasar diwaktu yang sama dan menghasilkan baik yang identik atau sangat substitutable produk. Keadaan ini menghasilkan monopoli (dalam kasus dua investor), duopoli (untuk empat berbeda investor) atau kompetisi oligopoli (untuk enam dan lebih investor independen). Karena mereka semua pendatang baru ke pasar awal adalah rasional untuk mempertimbangkan bahwa mereka melakukannya tidak memiliki cukup informasi tentang parameter dan ditemui dengan kurang pengetahuan dan kurang dikenal parameter. Makalah ini dianggap sebagai masalah di perusahaan secara simultan berencana untuk memasuki pasar tanpa rantai saingan yang ada dan harga tergantung pasar dalam modus desentralisasi dan mengatur harga secara bersamaan antara rantai dan stackelberg. Kondisi ini dimodelkan oleh fuzzy multi level mixed integer linear programming kemudian diubah menjadi model tingkat dua terpadu di mana bagian dalam membuat keputusan penetapan harga operasional secara berurutan secara kooperatif.

Link Jurnal : http://journals4free.com/link.jsp?l=26624068
  

Selasa, 07 November 2017

Perbandingan antara Jurnal 1 dan 2




(Jurnal 1) KNOWLEDGE CONVERSION PADA PROSES PERENCANAAN PROYEK DI PT. LEN RAILWAY SYSTEM
UNTUK STANDARDISASI PROSES DENGAN METODE SECI
Dan
(Jurnal 2) RENDEMEN DAN KOMPOSISI MINYAK ATSIRI DAUN KI LEMO (Litsea cubeba) DARI GUNUNG PAPANDAYAN, KAITANNYA DENGAN VARIASI TIPE DAN FAKTOR-FAKTOR HABITAT
 

Dibandingkan Oleh :
Ahyar Lazva Ramdani
3ID06
30415381


Jurnal 1
Jurnal 2
1.    Latar Belakang
Membahas tentang perindustrian mengenai standar proses yang belum dimiliki oleh PT LEN adalah proses perencanaan proyek, eksekusi proyek dan pengendalian proyek, diputuskan untuk melakukan pembuatan standar pada proses perencanaan.
Membahas tentang pertanian yang yang meneliti tentang rendemen dan komposisi dari minyak atsiri ki lemo berdasarkan 4 tipe habitat
2.    Metode Penelitian
1.    a. Socialization
2.    b. Externalization
3.    c. Combination
4.    d. Pemilihan Kriteria Best Prantice
5.    e. Internalization
Metode yang digunakan adalah multivariate analysis of variance (MANOVA) digunakan untuk menguji hubungan antara tipe habitat dan kandungan minyak atsiri
3.    Hasil dan Pembahasan
Hasil dan pembahasan yang dibahas pada jurnal ini adalah mengenai metode best prantice yang menghasilkan rekomendasi-rekomendasi mengenai proses standardisasi dengan metode seci.
Hasil dan pembahasan yang terdapat dari jurnal ini adalah membahas hasil dari penelitian rendemen dan komposisi menggunakan 4 tipe habitat.
4.    Kasimpulan dan Saran
Kesimpulannya adalah dengan menggunakan metode best prantice PT LEN Railway menemukan 5 sistem terpilihlah best prantice
Kesimpulan yang dapat diambil adalah mengetahui rendemen dan juga komposisi yang terdapat dala minyak atsiri ki lemo. Sarannya adalah untuk penelitian selanjutnya diperlukan mengetahui kadar minyak atsiri dan penggunaan sampel dalam jumlah yang lebih besar untuk skala produksi agar diperoleh hasil yang lebih teliti.

RENDEMEN DAN KOMPOSISI MINYAK ATSIRI DAUN KI LEMO (Litsea cubeba) DARI GUNUNG PAPANDAYAN, KAITANNYA DENGAN VARIASI TIPE DAN FAKTOR-FAKTOR HABITAT






Ichsan Suwandhi1)*, Cecep Kusmana2), Ani Suryani3), Tatang Tiryana4)
1)Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati, Institut Teknologi Bandung
Jl. Ganesha No. 10 Bandung, Jawa Barat, 40132
E-mail: ichsan@sith.itb.ac.id
2)Departemen Silvikultur, Fakultas Kehutanan IPB Bogor
3)Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian IPB Bogor
4)Departemen Manajemen Hutan, Fakultas Kehutanan IPB Bogor
 

Perangkum :
Ahyar Lazva Ramdani
3ID06
30415381

1.    Latar Belakang
Latar belakang yang diambil dari jurnal ini adalah begitu banyak tanaman di negara indonesia salah satunya adalah tanaman yang bernama Litsea cubeba atau nama lainnya ki lemo yang berasal dari famili  Lauraceae. Masalah yang menjadikan latar belakang dari jurnal ini adalah karena pohon ini dikenal sebagai penghasil minyak atsiri pontensial yang digunakan untuk industri-industri farmasi dan kosmetika, sabun, penyegar ruangan dan industri pangan. Permasalahan pokoknya adalah masih sangat terbatasnya dukungan peneliatian bidang ekologi tanaman ini terutama terkait karakteristik habitat yang memberikan konstribusi terhadap kandungan minyak atsiri terbaik atau tertinggi baijk kuantitas maupun kualitasnya, budidaya tanaman baik dalam skala kecil maupun besar belum dilakukan yang menyebabkan indonesia belum menjadi negara produsen minyak atsiri maupun produk-produk berbahan baku dari tanaman ini. Maka dari itu penulis penulis jurnal melakukan sebuah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui variasi rendemen dan komposisi minyak ki lemo dari bagian daun pada empat tipe habitat berbeda, untuk menguji hubungan antara tipe habitat dan kandungan minyak atsiri, dan menentukan faktor-faktor biofisik yang berpengaruh terhadap produksi minyak atsiri.

2.    Bahan dan Metode
Bahan yang digunakan untuk penelitian ini adalah mengambil sampel dari 4 habitat, yaitu  rumpang (areal terbuka bekas pohon tumbang),  areal bekas perambahan,  areal bekas kebakaran dan  areal bekas sapuan abu vulkanik letusan gunung berapi. Metode yang di gunakan adalah dengan mengambil sampel daun salah satu pohon dewasa, dengan survey dan eksplorasi dengan menempatkan plot-plot pada setiap habitat untuk memperoleh data-data biofisik, dilanjutkan dengan pengujian di laboratorium untuk memperoleh minyak atsiri.
Pengujian secara statistik menggunakan multivariate analysis of variance (MANOVA) digunakan untuk menguji hubungan antara tipe habitat dan kandungan minyak atsiri, dilanjutkan dengan penentuan faktor-faktor biofisik yang berpengaruh terhadap rendemen dan komposisi senyawa menggunakan analisis regresi ganda.

3.    Hasil dan Pembahasan
Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah  hasil destilasi terhadapat sampel daun dari empat tipa habitat, diperoleh minyak ki lemo dengan niali yang bervariasi. Hasil rendemen minyak atsiri ki lemo menunjukkan rata rata 3,52% - 7,48% yang dihasilkan dari 2 kali proses destilasi. Secara ekologis diketahui bahwa tipe habitat memberikan pengaruh yang signifikan terhadap rendemen minyak atsiri, tetapi tidak demikian dengan komposisi kimia. Hasil pengujian menunjukkan bahwa terdapat 7 faktor habitat yang berpengaruh terhadap rendemen dan komposisi senyawa minyak atsiri, 4 faktor berpengaruh terhadap rendemen (kelembapan udara, intensitas cahaya, lereng dan rasio CN) dan 3 faktor terhadap komposisi senyawa (kapasitas tukar kation (KTK), porsi liat tanah dan volume tajuk).
Tabel 1. Hasil perhitungan kadar air sampel dan destilasi minyak ki lemo dari empat tipe habitat.


4.    Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan yang dapat diambil dari jurnal ini adalah dilihat dari table diatas dapat disimpulkan bahwa rendemen minyak atsiri yang dihasilkan bervariasi antar tipe habitat (rata-rata 3,52-7,48%), areal bekas kebakaran dan bekas perambahan menghasilkan rendemen tertinggi, sedangkan areal bekas sapuan abu vulkanik menghasilkan rendemen terendah. Bila ditinjau berdasarkan masing-masing lokasi, rendemen tertinggi diperoleh dari lokasi H-04 (areal bekas kebakaran) sebesar 9,33% dan H-13 (areal bekas perambahan) sebesar 9,25%, sedangkan hasil terendah diperoleh dari H-16 sebesar 2,76% (areal bekas sapuan abu vulkanik). Hasil pengujian menunjukkan bahwa terdapat 7 faktor habitat yang berpengaruh terhadap rendemen dan komposisi senyawa minyak atsiri, 4 faktor berpengaruh terhadap rendemen (kelembapan udara, intensitas cahaya, lereng dan rasio CN) dan 3 faktor terhadap komposisi senyawa (kapasitas tukar kation (KTK), porsi liat tanah dan volume tajuk).
     Saran yang diperoleh adalah untuk penelitian selanjutnya diperlukan mengetahui kadar minyak atsiri dan penggunaan sampel dalam jumlah yang lebih besar untuk skala produksi agar diperoleh hasil yang lebih teliti.
Sumber : 
http://journal.ipb.ac.id/index.php/jurnaltin/article/view/9122/7172.